Sabtu, 07 Januari 2012

PROSES PELIPATGANDAAN UANG (MONEY MULTIPLIER)

Sebagaimana diketahui, bank-bank umum atau bank-bank pencipta uang giral (BPUG), yang merupakan anggota system moneter, dalam kegiatannya dapat menciptakan uang giral dan uang kuasi. Hal tersebut disebabkan karena bank-bank dapat meminjamkan sebagian uang yang diterimanya sebagai simpanan dari masyarakat baik yang berupa giro, deposito, maupun tabungan dan hanya sebagian kecil saja yang dipelihara sebagai alat-alat likud untuk memenuhi kewajiban segera yang harus dibayar sewaktu-waktu.
Jumlah yang dipinjam tersebut mungkin akan masuk kembali ke bank-bank sebagai simpanan. Sebagian dari simpanan ini dapat dipinjamkan lagi. Demikian seterusnya. Secara teoritis, kalau bagian yang dipelihara sebagai alat-alat likuid sebesar 20% dan bagian yang dipinjamkan sebesar 80 %, akan tercipta simpanan sebesarr lima kali (1/0,2) simpanan utama.
Dalam prakteknya bank tersebut tidak bebas menentukan berapa besarnya jumlah yang dapat dipinjamkan dan berapa yang dapat dipelihara sebagai likuiditas, karena terdapatnya penetapan tingkat cash ratio dari bank sentral. Terjadinya pelipatgandaan (multiplier) baik jumlah simpanan maupun pinjaman disebabkan oleh adanya kemungkinan untuk meminjamkan sebagian dari uang simpanan. Simpanan pertama dalam contoh diatas dinamakan primary deposit, sedangkan simpanan sesudahnya dinamakan derived deposit. Simpanan pertama merupakan uang uang baru yang berasal dari otoritas moneter, misalnya dari penjualan valuta asing hasil ekspor ke bank sentral.
Penjualan ini akan mengakibatkan adanya tambahan uang dalam peredaran yang merupakan bagian dari kewajiban otoritas moneter, yang dinamakan uang primer. Valuta asing yang dibeli oleh bank sentral merupakan aktiva bank sentral dan merupakan penyebab penambahan uang primer. Melalui proses pelipatgandaan seperti itu, uang beredar pada masyarakat akan bertambah, yang penambahannya lebih besar dan hasil pembelian valuta asing oleh bank sentral. Perbandingan antara uang beredar dengan uang primer dinamakan money multiplier(m). perbandingan antara uang beredar dalam arti sempit dengan uang primer dinamakan narrow money multiplier (m1), sedangkan perbandingan antara uang beredar dalam arti luas dengan uang primer dinamakan broad money multiplier (m2). Karena adanya fractional reserve system atau GWM, jumlah yang beredar (M1 dan M2) akan lebih besar jumlahnya dari uang primer.

Kamis, 05 Januari 2012

NEGARA TERKAYA DUNIA

10 Negara Terkaya Di Dunia

Global Finance, Majalah bisnis terkemuka AS, kembali merilis data terbaru daftar negara kaya dan miskin di seluruh dunia. Majalah ini menampilkan 182 negara di seluruh dunia dari yang paling kaya hingga paling miskin.
Negara terkaya ditempati oleh Qatar dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita US$90.149 atau Rp811 juta per tahun pada 2010. Sedangkan negara paling miskin dipegang oleh Republik Congo dengan PDB per kapita hanya US$342 atau Rp3 juta setahun. Itu setara Rp256 ribu per bulan.
Metode yang digunakan untuk menentukan kekayaan negara adalah membandingkan standar hidup penduduk satu negara secara keseluruh dengan menggunakan produk domestik bruto (PDB) per kapita yang didasarkan pada paritas atau keseimbangan daya beli secara internasional.
Ini mengukur standar hidup antar negara dengan menggunakan indikator biaya hidup relatif, inflasi, serta nilai tukar suatu negara yang dikonversi ke mata uang bersama (dolar internasional, dolar AS)
Berikut ini adalah daftar 10 negara terkaya di dunia:
1. Qatar
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Qatar menempati urutan pertama sebagai negara terkaya di dunia dengan PDB per kapita sebesar US$90.149 atau Rp811 juta per tahun pada 2010. Qatar merupakan salah satu negara kaya minyak dan gas di kawasan Timur Tengah, bahkan merupakan eksportir gas terbesar di dunia. Total luas wilayah 11.586 kilometer persegi dengan jumlah penduduk hanya 1,15 juta jiwa pada 2009. Yang menarik, Qatar merupakan satu-satunya wakil dari wilayah Arab yang berada di jajaran 10 negara terkaya dunia. Total cadangan devisa hanya US$19,8 miliar pada November 2009. Dengan produk domestik bruto US$52,7 miliar pada 2008, perekonomian Qatar mengandalkan pada industri yang bertumpu pada industri minyak dan gas.
2. Luxemburg
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Luxemburg menempati posisi kedua sebagai negara terkaya dunia dengan PDB per kapita US$79.411 atau Rp715 juta per tahun. Luxemburg merupakan negara kecil di dunia dengan luas cuma 2.500 kilometer persegi. Jumlah penduduknya juga sangat sedikit, hanya 490 ribu orang pada 2006. Luxemburg dikenal sebagai salah satu negara yang mengandalkan perekonomian dari pusat jasa dan layanan finansial, dimana banyak orang kaya dunia menyimpan duitnya. Lebih dari 86 persen PDB Luxemburg senilai US$54 miliar bersumber dari industri jasa. Meski begitu, di Luxemburg juga dikenal sejumlah industri top dunia, seperti ArcelorMittal (baja), RTL Group (media), Evras Group (material) dan Tenaris (migas).
3. Norwegia
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Norwegia menduduki posisi ketiga sebagai negara terkaya dunia dengan PDB per kapita sebesar US$52.964 atau Rp477 juta per tahun. Negara yang terletak di bagian utara benua Eropa ini, jumlah penduduknya sangat sedikit, cuma 4,7 juta jiwa menempati wilayah seluas 323 ribu kilometer persegi. Norwegia merupakan negara eksportir minyak dan produk turunannya, mesin dan peralatan, logam, kimia, kapal dan perikanan. PDB Norwegia mencapai US$449 miliar pada 2008 dengan mengandalkan pada industri dan jasa. Sejumlah perusahaan besar asal Norwegia adalah Statoil (minyak dan gas), Telenor (telekomunikasi), Yara International (kimia) dan Orkla (makanan dan minuman.
4. Singapura
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Singapura Singapura menempati posisi keempat dengan PDB per kapita sebesar US$52.840 atau Rp475 juta per tahun. Singapura yang terletak di kawasan Asia Tenggara merupakan negara pulau kecil, dengan luas hampir setara dengan Jakarta. Luas Singapura hanya 699 kilometer persegi, sedangkan luas Jakarta 661 kilometer persegi. Namun, jumlah penduduk Singapura cuma 4,75 juta jiwa. Total cadangan devisa negara ini US$187 miliar pada akhir Desember 2009 dan total produk domestik bruto sebesar US$181 miliar pada akhir 2008. Singapura mengandalkan pendapatan sebagai pusat jasa dan layanan finansial di Asia. Banyak orang kaya Asia, termasuk Indonesia yang menyimpan dananya di negeri ini.

5. Brunei Darussalam
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Brunei merupakan salah satu negara kecil di kawasan Asia Tenggara. Luas wilayah 5.765 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 400 ribu orang. Total PDB per kapita penduduk Brunei adalah US$48,7 juta atau Rp438 juta per tahun. Dengan total PDB sebesar US$11,5 miliar, perekonomian Brunei mengandalkan pada industri minyak dan gas. Negeri kerajaan yang dipimpin Sultan Hassanal Bolkiah, salah satu orang terkaya di dunia merupakan negara yang memiliki kekayaan minyak melimpah.
6. Amerika Serikat
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Amerika Serikat Menempati urutan keenam sebagai negara paling kaya dunia, Amerika Serikat juga dikenal sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dengan total PDB US$14 triliun, belum ada satu negara pun yang menandingi keperkasaan ekonomi AS. Ratusan perusahaan dari AS juga masuk dalam jajaran top perusahaan multinasional dunia, sebut saja di antaranya Google, Yahoo, Facebook, Microsoft, Exxon, Cevron, Wal Mart, Citigroup, JP Morgan Chase dan seterusnya. Dengan ratusan perusahaan kelas dunia, meski memiliki populasi 308 juta jiwa, penduduk Amerika rata-rata masuk deretan warga paling makmur dunia. Total PDB per kapita AS adalah US$47,7 ribu atau Rp429 juta per tahun.
7. Hong Kong
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Hong Kong merupakan salah satu wakil dari Asia, selain Singapura dan Brunei yang menempati deretan 10 teratas negara terkaya dunia. Dengan PDB per kapita US$44,8 ribu atau Rp403 juta per tahun, Hong Kong menempati urutan ketujuh di dunia. Dengan luas wilayah 1.104 kilometer persegi, Hong Kong memiliki populasi sebanyak 7,1 juta jiwa. Dengan total PDB sebesar US$215 miliar, perekonomian Hong Kong (92 persen) sangat mengandalkan pada industri jasa dan layanan, khususnya finansial. Total cadangan devisa US$255 miliar pada desember 2009. Sejumlah perusahaan kakap asal Hong Kong adalah Hutchison Whampoa, Jardine Matheson, China Mobile dan Cnooc.
8. Swiss
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Penjaga Keamanan Swiss di Vatican Dengan PDB per kapita US$43,9 ribu atau Rp395 juta per tahun, Swiss menempati posisi kedelapan sebagai negara terkaya dunia. Menempati wilayah seluas 41 ribu kilometer persegi, salah satu negara di Eropa ini memiliki jumlah penduduk 7,3 juta jiwa. Perekonomian Swiss juga bergantung pada sektor jasa finansial dan industri dengan total PDB sebesar US$488 miliar pada 2008. Swiss juga dikenal sebagai negara tempat orang-orang kaya dunia menyimpan hartanya. Sejumlah perusahaan ternama asal Swiss adalah Nestle, Credit Suisse Group, Zurich Financial Services, dan Roche Holding.
9. Belanda
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Belanda menempati posisi kesembilan sebagai negara terkaya dunia dengan PDB per kapita sebesar US$40,6 ribu atau Rp365 juta per tahun. Menempati luas 41 ribu kilometer persegi, wilayah Belanda dihuni oleh 16,8 juta jiwa penduduk pada 2009. Perekonomian Belanda juga bergantung pada sektor jasa dan industri dengan total PDB sebesar US$860 miliar pada 2008. Sejumlah perusahaan top asal Belanda yang mendunia adalah Royal Dutch Shell, Unilever, ING Group dan Royal Philips Electronics.
10. Australia
10 Negara Terkaya di Dunia - http://kaskus-lover.blogspot.com/
Australia menempati posisi kesepuluh sebagai negara terkaya dunia dengan PDB per kapita US$39,4 ribu atau Rp354 juta per tahun. Total luas wilayah Australia mencapai 7,6 juta kilometer persegi dengan jumlah penduduk 21,5 juta jiwa. Dengan total PDB sebesar US$1.015 triliun, perekonomian Australia bergantung pada sektor jasa dan industri. Sejumlah perusahaan besar asal Australia adalah ANZ Bank, Rio Tinto, Telstra.

Minggu, 25 Desember 2011

SURAT BERHARGA


Dalam bahasa Belanda disebut dengan “waarde paper”,sedangkan dalam bahasa inggris disebut dengan istilah “negotiable instrument”. Yang dimaksud dengan surat berharga adalah sebuah dokumen yang diterbitkan oleh penerbitnya sebagai pemenuhan suatu prestasi berupa pembayaran sejumlah uang sehingga berfungsi sebagai alat bayar yang didalamnya berisikan suatu perintah untuk membayar kepada pihak-pihak yang memegang surat tersebut, baik pihak yang diberikan surat berharga oleh penerbitnya ataupun pihak ketiga kepada siapa surat berharga tersebut telah dialihkan. (Munir Fuady, 2008:163)
Surat berharga atau commercial paper (negotiable instruments) merupakan alat bayar dalam transaksi perdagangan modern saat ini. Surat berharga ini digunakan sebagai pengganti uang yang selama ini telah digunakan sebagai alat tukar dalam perdagangan khususnya oleh kalangan pebisnis atau para pengusaha. Hal ini disebabkan karena menggunakan surat berharga dianggap lebih aman, praktis, dan merupakan suatu presitse tersendiri (lebih bonafit), sedang ”mode atau trend” , surat berharga sudah menjadi komoditi dalam kegiatan bisnis atau objek perjanjian, sehingga lebih menguntungkan dan lebih bervariasi (Joni Emirzon, 2001:7)
Secara Yuridis, suatu surat berharga mempunyai fungsi sebagai berikut :
1)      Sebagai alat pembayaran (alat tukar)
2)      Sebagaialat Pemindah hak tagih (karena dapat diperjualbelikan)
3)      Sebagai surat legistimasi ( surat bukti hak tagih)
Jika dlihat dari segi fungsinya, dikenal tiga macam surat berharga, yakni  sebagai    berikut :
1.      Surat Yang Bersifat Hukum Kebendaan (zakenrechtlijke papieren) contoh: surat berharga golongan ini adalah konosemen(bill of  lading)
2.      Surat tanda keanggotaan dari suatu persekutuan (lidmaatschaps papieren) contoh: surat berharga golongan ini adalah surat saham.
3.      Surat tagihan hutang (schuldvorderingspapieren) contoh : surat berharga golongan ini adalah wasel, cek, surat sanggup, dan lain-lain.
Surat berharga diatur dalam Perundang undangan sebagai berikut :
  1. Kitab UNdang-Undang Hukum Dagang, missal terhadap cek wesel aksep dan promes.
  2. Perundang-undangan lain untuk surat berharga lain

Secara fisik, surat berharga hanyalah merupakan sepucuk surat, tetapi menganggap dia begitu kuatnya mengingat secara hokum. Adapun yang merupakan kausa yuridis sehingga, suatu surat berharga mempunyai kekuatan mengikat tersimpul dalam empat teori sebagai berikut (Munir Fuady, 2008:104) :
  1. Teori Kreasi (creatietheorie)
Menurut teori ini, sebabnya surat berharga penerbitnya adalah karena tindakan penerbit menandatangani surat berharga tersebut. Karena pendatangan tersebut, penerbit terikat, meskipun pihak pemegang surat berharga sudah beralih kepada pihak lain dari pemegang semula.
  1. Teori Kepatutan\ (redelijkheidstheorie)
Teori ini hampir sama dengan teori kreasi, tetapi dengan pembatasan tertentu. Menurut teori kepatutan ini penerbit surat berharga terikat dan harus membayar surat berharga kepada siapun pemegangnya. Akan tetapi, jika pemegang surat berharga tergolong “tidak pantas”, misalnya surat berharga tersebut  diperoleh dengan jalan mencurinya, maka penerbit surat berharga tidak terikat untuk membayar kepada orang tersebut.
  1. Teori Perjanjian (overeenkomstheorie)
Menurut teori ini sebabnya surat berharga mengikat penerbitnya adalah karena penerbit telah membuat suatu perjanjian dengan pihjak pemegang surat berharga tersebut, yakni perjanjian untuk membayarnya, termasuk jika surat berharga tersebut dialihkan kepada pihak ketiga.
  1. Teori Penunjukan (vertoningstheorie)
Menurut teori ini sebabnya surat berharga mengikat penerbitnya adalah karena pihak pemegang surat berharga tersebut menunjukan surat berharga tersebut kepada penerbit untuk mendapat pembayarannya. Sebelum surat berharga tersebut ditunjukan kepada penerbit, menurut teori ini, keterikatan dari penerbit untuk membayar belum ada.

Model Surat Berharga

Wesel
Wesel dalam bahasa belanda disebut dengan istilah “wissel”, dalam bahasa jerman disebut dengan istilah “wechsel”, dan dalam bahasa Prancis disebut dengan istilah “letter de change”. Dalam teori system hokum angio saxon untuk wesel ini disebut dengan istilah “ bill Of Exchange”. Wesel merupakan suatu surat berharga bertanggal dan menyebutkan tempat penerbitannya, yang merupakan perintah tanpa syarat oleh penarik (penerbit) untuk membayar kepada pihak pemegang tersebut (tertunjuk) , pembayarannya mana dilakukan oleh pihak pembayar (tertarik) (Munir Fuady, 2008:165)
Dalam pengertian lainWesel adalah surat berharga yang memuat kata wessel di dalamnya, diberikan tanggal dan ditandatangani di suatu tempat, dalam mana si penerbit memberi perintah tanpa syarat kepada tersangkut untuk pada hari bayar membayar sejumlah uang kepada orang (penerima) yang ditunjuk oleh penerbit atau penggantinya di suatu tempat tertentu. Syarat-syarat formil bagi suatu wessel diatur dalam pasal 100 KUHD bahwa suatu surat wessel harus memenuhi hal-hal sebagai berikut:
  1. Kata “wesel”, disebut dalam teksnya sendiri dan di istilahkan dalam bahasa surat itu.
  2. Perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu.
  3. Nama si pembayar/tertarik.
  4. Penetapan hari bayar.
  5. Penetapan tempat dimana pembayaran harus dilakukan.
  6. Nama Orang/pihak kepada siapa atau pihak lain yang ditunjuk olehnya pembayaran harus dilakukan.
  7. Tanggal dan tempat ditariknya surat wesel.
  8. Tanda tangan pihak yang mengeluarkan (penarik).
Kedelapan syarat tersebut diatas harus selalu tercantum dalam surat wesel. Tidak dipenuhinya salah satu syarat tersebut maka surat itu tidak berlaku sebagai surat wesel kecuai dalam hal-hal berikut:
  • Kalau tidak ditetapkan hari bayarnya maka wesel itu dianggap harus dibayar pada hari ditunjukkannya (wesel tunjuk).
  • Kalau tidak ditetapkan tempat pembayaran tempat yang ditulis disamping namavtertarik dianggap sebagai tempat pembayaran dari tempat dimana tertarik berdomisili.
  • Kalau tidak disebutkan tempat wesel itu ditarik, maka tempat yang disebut disamping nama penarik dianggap tempat ditariknya wesel itu.
Bagi surat wesel yang penyimpangannya tidak seperti tersebut di atas, maka surat wesel itu bukan wesel yang sah, dan pertanggunganjawabannya dibebankan kepada orang yang menandangani surat wesel itu.
Cek
Cek adalah surat berharga yang memuat kata cek/cheque dalam mana penerbitannya memerintahkan kepada bank tertentu untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang namanya disebut dalam cek, penggantinya, pembawanya pada saat ditunjukkan. Dalam pasal 178 KUHD ditentukan syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi suatu cek dan kalau salah satu syarat dalam pasal, tersebut tidak dipenuhi, maka kertas itu tidak dapat diperlakukan sebagai cek.
Syarat-syarat cek tersebut adalah:
  1. Pada setiap cek harus terdapat kata cek dan dinyatakan dalam bahasa cek itu ditulis.
  2. Perintah tidak bersyarat untuk membayar suatu jumlah tertentu.
  3. Nama orang (bankir) yang harus membayar.
  4. Penunjukkan tempat dimana pembayaran harus terjadi.
  5. Penyebutan tanggal serta ‘tempat dimana cek ditertibkan.
  6. Tanda tangan dari orang yang menerbitkan cek.





Surat sanggup
Surat sanggup adalah surat berharga yang memuat kata “aksep” atau promes dalam mana penerbit menyanggupi untuk membayar sejumlah yang kepada orang yang disebut dalam surat sanggup itu atau penggantinya atau pembawanya pada hari bayar.
Ada dua macam surat sanggup, yaitu surat sanggup kepada pengganti dan surat sanggup kepada pembawa. Agar jangan tinggal keragu-raguan HMN Purwosutjipto, menyebutkan surat sanggup kepada pengganti dengan “surat sanggup” saja, sedangkan surat sanggup kepada pembawa disebutnya “surat promes”.
Surat sanggup mirip dengan surat wesel, tetapi berapa syarat pada surat wesel tidak berlaku pada surat sanggup, perbedaannya dengan surat wesel adalah:
  1. Surat sanggup tidak mempunyai tersangkut.
  2. Penerbit dalam surat sanggup tidak memberi perintah untuk membayar, tetapi menyanggupi untuk membayar.
  3. Penerbit surat sanggub tidak menjadi debitur regres, tetapi debitur surat sanggup.
  4. Penerbit tidalk menjamin seperti pada penerbit wesel, tetapi melakukan pembayaran sendiri sebagai debitur surat sanggup.
  5. Penerbit surat sanggup merangkap kedudukan sebagai akseptan pada wesel yaitu mengikatkan diri untuk membayar.
Sebagaimana dengan surat wesel, Undang-Undang juga mengharuskan adanya berapa syarat yang harus terdapat dalam surat sanggup supaya dapat disebutkan surat seperti yang diatur dalam pasal 174 KUH Dagang, yaitu :
  • Baik clausula: “sanggub”, maupun nama “surat sanggub” atau promes atas pengganti yang dimuatkan didalam teks sendiri, dan dinyatakan dalam bahasa dengan mana surat itu disebutkan .
  • Janji yang tidak bersyarat untuk membayar suatu jumlah tertentu.
  • Penunjukan hari gugur.
  • Penunjukan tempat, dimana pembayaran harus terjadi.
  • Nama orang, kepada siapa atau kepada penggantinya pembayaran itu harus dilakukan.
  • Penyebutan hari penanggalan, beserta tempat, dimana surat sanggub itu ditanda tangani.
  • Tanda tangan orang yang mengeluarkan surat itu.
Bilyet giro
Bilyet Giro adalah surat perintah tak bersayarat dari nasabah yang telah dibakukan bentuknya kepada bank penyimpan dana untuk memindahkan sejumlah dana dari rekening giro yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya, kepada bank yang sama atau kepada bank lainnya (Purwosutjipto). Dengan demikian pembayaran dana Bilyet Giro tidak dapat dilakukan dengan uang tunai dan tidak dapat di pindah tangan kan melalui endosemen (SK Direksi Bank Indonesia No.4/670, Sub 1). Kedudukan Bilyet Giro dengan cek hampir sama, hanya bedanya cek adalah alat pembayaran tunai sedangkan bilyet giro merupakan alat pembayaran yang bersifat giral, dengan cara memindahbukukan sejumlah dana dari si penerbit.
Pengaturan mengenai Bilyet Giro ini didasarkan kepada SEBI No. 4/670
UPPB/PBB tanggal 24 Januari 1972 yang berisikan tentang :
  • Pengertian dari bilyet giro.
  • Bentuk bilyet giro.
  • Tenggang waktu berlakunya bilyet giro.
  • Pengisian bilyet giro.
  • Kewajiban menyediakan dana dan sanksi bilyet giro kosong.
  • Pembatalan bilyet giro.
  • Tata cara perhitungan bilyet giro antar bank setempat.
  • Penyimpangan bentuk/masa peralihan.
Persyaratan Formal Surat Berharga
Syarat-syarat penerbitan surat berharga komersial ini dapat ditemukan pada ketentuan pasal 2 sampai dengan pasal 5 dari Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 28/52/KEP/DIR tanggal 11 Agustus 1995 yaitu :
Kriteria
  1. Berjangka waktu paling lama 270 (dua ratus tujuh puluh) hari
  2. Diterbitkan oleh perusahaan bukan bank dalam Pasal 1 angka 9 surat keputusan ini.
  3. Mencantumkan
·         Klausula sanggup dan kata-kata “Surat Sanggup” di dalam teksnya dan dinyatakan dalam bahasa Indonesia.
·         Janji tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu.
·         Penetapan hari bayar
·         Penetapan pembayaran
·         Nama pihak yang harus menerima pembayaran atau penggantinya
·         Tanggal dan tempat surat sanggup diterbitkan
·         Tanda tangan penerbit




















SUMBER

1.    SH, MH., Dr. Munir Fuady, 2008, Pengantar Hukum Bisnis, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.
2.    Ronny  Sautma  Hotma  Bako, 1995, Hubungan Bank  dan Nasabah  Terhadap Produk Tabungan  dan Dewasa  Ini ,PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.

PENDEKATAN SITUASIONAL DAN TEORI KONTIGENSI


Dalam teori pendekatan situasional, kepemimpinan yang efektif adalah bagaimana seorang pemimpin dapat mengetahui keadaan baik kemampuan ataupun sifat dari anak buah yang di pimpinnya untuk kemudian pemimpin dapat menentukan perintah atau sikap terhadap anak buah sesuai dengan keadaan atau pun kemampuan anak buahnya. Tingkat kematangan atau kemapuan anak buah ada empat macam yaitu:
·         intruksi,
·         konsultasi,
·         delegasi
·         dan partisipasi.
Adapun gaya yang tepat di terapkan dalam keempat tingkat kematanga anak buah seperti yang telah di jelaskan oleh Miftah Thoha dalam bukunya Kepemimpinan dalam Manajemen adalah sebagai berikut: Instruksi yaitu perilaku pemimpin yang tinggi pengarahan dan rendah dukungan dirujuk sebagai instruksi karena gaya ini dicirikan dengan komunikasi satu arah. Pemimpin memberikan batasan peranan pengikutnya dan memberitahu mereka tentang apa, bagaimana, bilamana, dan dimana melaksankana berbagai tugas. Inisiatif pemecahan masalah dan pembuatan keputusan semata-mata dilakukan oleh pemimpin. Pemecahan masalah dan keputusan diumumkan, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh pemimpin.
Konsultasi yaitu perilaku pemimpin yang tinggi pengarahan dan tinggi dukungan dirujuk sebagai konsultasi, karena dalam menggunakan gaya ini, pemimpin masih banyak memberikan pengarahan dan masih membuat hampir sama dengan keputusan, tetapi hal ini diikuti dengan meningkatkan banyaknya komunikasi dua arah dan perilaku mendukung, dengan berusaha mendengar perasaan pengikut tentang keputusan yang dibuat, serta ide-ide dan saran-saran mereka. Meskipun dukungan ditingkatkan, pengendalian (control) atas pengambilan keputusan tetap pada pemimpin.
Partisipasi yaitu perilaku pemimpin yang tinggi dukunagn dan rendah pengarahan dirujuk sebagai partisipasi, karena posisi kontrol atas pemecahan masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian. Dengan penggunaan gaya 3 ini, pemimpin dan pengikut saling tukar menukar ide dalam pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Komunikasi dua arah ditingkatkan, peran pemimpin adalah secara aktif mendengar. Tanggung jawab pemecahan masalah dan pembuatan keputusan sebagian besar berada pada pihak pengikut. Hal ini sudah sewajarnya karena pengikut memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas.
Delegasi yaitu perilaku pemimpin yang rendah dukungan dan rendah pengarahan dirujuk sebagai delegasi, karena pemimpin mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan sehingga tercapai kesepakatan mengenai definisi masalah yang kemudian proses pembuatan keputusan didelegasikan secara keseluruhan kepada bawahan. Sekarang bawahanlah yang memiliki kontrol untuk memutuskan tentang bagaimana cara pelaksanaan tugas. Pemimpin memberikan kesempatan yang luas bagi bawahan untuk melaksanakan pertunjukan mereka sendiri karena mereka memiliki kemampuan dan keyakinan untuk memikul tanggung jawab dalam pengarahan perilaku mereka sendiri.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan yang efektif adalah pemimpin yanng dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya sesuai dengan tingkat kematangan anak buahnya. Hubungan antara gaya kepemimpinan dan tingkat kematangan anak buah adalah sebagai berikut:Jika anak buah dalam kematangan yang rendah maka gaya kepemimpinan yang efektif adalan instruksi. Jika kematangan anak buah sedanng bergerak dari rendah kesedang maka gaya kepemimpinan yang efektif adalah konsultasi. Jika tingkat kematangan anak buah dari sedang ke tinggi maka gaya kepemimpinan yanng efektif adalah partisipasi. Dan jika kematangan anak buah adalah tinggi maka gaya kepemimpinan yanng efektif adalah delegasi.



Menurut Wahjosumidjo (1987:219) pada dasarnya tidak ada pemimpin yang baik yang ada adalah pemimpin yang efektif, yaitu pemimpin yang selalu berubah-ubah perilakunya sesuai dengan tingkat perkembangan kedewasaan bawahannya. Oleh karena itu, seorang pemimpin dapat berperilaku efektif, akan lebih cocok apabila pemimpin itu dapat menerapkan ajaran teori kepemimpinan situasi. Dan teori kepemimpinan situasi sendiri pada hakikatnya merupakan teori yang dikembangkan dari teori kepemimpinan perilaku. Sedang teori kepemimpinan perilaku berdasarkan perkembangannya bersumber pada ajaran-ajaran yang dihasilkan oleh teori kepemimpinan sifat.

Teori Kontigensi (Contingency)
              Pendekatan Situasional Contingency menggambarkan bahwa gaya yang digunakan adalah bergantung pada faktor – faktor seperti situasi, karyawan, tugas, organisasi dan variable lingkaran lainnya. Faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan menurut Mary Parker Follet yang menggambarkan hukum situasi menyatakan bahwa ada 3 variable yang mempengaruhi para pemimpin, yaitu :
§  Pemimpin
§  Pengikut atau bawahan
§  Situasi

Rangkaian kesatuan kepemimpinan Tannen Bawn dan Selmit :
              Mempertimbangkan tiga kumpulan kekuatan sebelum melakukan pemilihan gaya kepemimpinan, yaitu :
1.   Kekuatan manager adalah :
(a)          Sistem nilai
(b)         KEPercayaan terhadap bawahan
(c)          Kecenderungan kepemimpinan sendiri
(d)         Perasaan aman dan tidak aman
2.   Kekuatan – kekuatan di dalam diri para bawahan :
(a)          Kebutuhan mereka akan kebebasan
(b)         Kebutuhan mereka akan peningkatan tanggung jawab
(c)          Apakah mereka tertarik dalam dan mempunyai keahlian …………..
(d)         Harapan mereka mengenai keterlibatan dalam pembuatan keputusan

3.   Kekuatan – kekuatan situasi adalah :
(a)          Tipe organisasi
(b)         Effektifitas kelompok
(c)          Desakan waktu
(d)         Sifat masalah itu sendiri

Ada beberapa power yaitu:
-> legitimate power : adanya kekuatan legal pemimpin
-> reward power : kekuatan yang berasal imbalan yang diberikan pimpinan
-> coercive power : kekuatan pemimpin dalam memberikan ancaman
-> expert power : kekuatan yang muncul karena keahlian pemimpinnya
-> referent power : kekuatan yang muncul karena bawahan menyukai pemimpinnya
-> information power : pemimpin mempunyai informasi yang lebih dari bawahannya.




Teori Siklus Kehidupan
            Konsep dasar teori siklus kehidupan adalah strategi dan perilaku pemimpin harus situasional dan didasarkan pada kedewasaannya dan para pengikutnya. Kedewasaan adalah kemampuan individu atau kelompok dalam menetapkan tujuan tinggi tetapi dapat dicapai, ada kemampuan mereka untuk mengambil tanggung jawab. Perilaku tugas adalah tingkat dimana pemimpin cenderung untuk mengorganisasikan dan menentukan peranan-peranan  para pengikut, menjelaskan setiap kegiatan yang dilaksanakan, kapan dan dimana, dan bagaimana tugas diselesaikan.Perilaku Hubungan berkenaan dengan hubungan pribadi pemimpin dengan individu atau para anggota kelompoknya.
Teori Situasional Hersey dan Blanchard yaitu teori yang memfokuskan kepada pengikut. Menurut teori ini bahwa kepemimpinan yang berhasil dicapai dengan memilih gaya kepemimpinan yang tepat, bersifat tergantung pada kesiapan atau kedewasaan para pengikutnya. (Robbins, 2002:49) mengemukakan kepemimpinan situasional lebih menekankan pada pengikut yaitu pada kesiapan atau kematangan pengikut.
Menurut Paul Hersey dan Blachard (1995:34) mengemukakan bahwa hubungan antara pemimpin dengan bawahannya berjalan melalui 4 (empat) tahap menurut perkembangan dan kematangan bawahan yaitu :
a.       Gaya Penjelasan (telling style) yaitu pada saat bawahan pertama kali memasuki organisasi, orientasi tugas yang tinggi dan orientasi hubungan yang rendah paling tepat. Bawahan harus lebih banyak diberi perintah dalam pelaksanaan tugasnya dan diperkenalkan dengan aturan-aturan dan prosedur organisasi.
b.      Gaya Menjual (selling style) yaitu pada tahap ini bawahan mulai mempelajari tugas-tugasnya. Kepemimpinan orientasi tugas yang tinggi masih diperlukan, karena bawahan belum  bersedia menerima tanggung jawab yang penuh. Tetapi kepercayaan dan dukungan pemimpin terhadap bawahan dapat meningkat. Di mana pemimpin dapat mulai menggunakan perilaku yang berorientasi hubungan yang tinggi.
c.       Gaya Partisipasi (participating style) yaitu tahap ini kemampuan dan motivasi pestasi bawahan meningkat, dan bawahan secara aktif mulai mencari tanggung jawab yang lebih besar. Di mana perilaku pemimpin adalah orientasi hubungan tinggi dan orientasi tugas rendah.
d.      Gaya Pendelegasian (delegating style) yaitu tahap ini bawahan secara berangsur-angsur menjadi lebih percaya diri, dapat mengarahkan diri sendiri, cukup berpengalaman, dan tanggung jawabnya dapat diandalkan. Di mana gaya pendelegasian yang tepat yaitu orientasi tugas dan hubungan rendah.

Model kepemimpinan situasional 'Life Cycle'

Harsey & Blanchard mengembangkan model kepemimpinan situasional efektif dengan memadukan tingkat kematangan anak buah dengan pola perilaku yang dimiliki pimpinannya.


Ada 4 tingkat kematangan bawahan, yaitu:
- M 1 : bawahan tidak mampu dan tidak mau atau tidak ada keyakinan
- M 2 : bawahan tidak mampu tetapi memiliki kemauan dan keyakinan bahwa ia bisa
- M 3 : bawahan mampu tetapi tidak mempunyai kemauan dan tidak yakin
- M 4 : bawahan mampu dan memiliki kemauan dan keyakinan untuk menyelesaikan tugas.

Ada 4 gaya yang efektif untuk diterapkan yaitu:
- Gaya 1 : telling, pemimpin memberi instruksi dan mengawasi pelaksanaan tugas dan kinerja anak buahnya.
- Gaya 2 : selling, pemimpin menjelaskan keputusannya dan membuka kesempatan untuk bertanya bila kurang jelas.
- Gaya 3 : participating, pemimpin memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan.
- Gaya 4 : delegating, pemimpin melimpahkan keputusan dan pelaksanaan tugas kepada bawahannya.





Fielder mengemukakan 3 dimensi variabel situasional yang mempengaruhi gaya kepemimpinan, yaitu :

  1. Hubungan pemimpin dengan bawahan (anggota) (Leaser-Member Relations), sejauhmana pimpinan diterima oleh anggotanya.

  1. Posisi kekuasaan atau Kekuatan posisi (Position Power), kekuasaan dari organisasi, artinya sejauhmana pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya dengan menggunakan kekuasaan yang bersumber dari organisasi secara formal (bukan kekuasaan yang berasal dari kharisma atau keahlian).
    Pemimpimpin yang memiliki kekuasaan yang jelas (kuat) dari organisasi akan lebih mendapatkan kepatuhan dari bawahannya.
  2. Struktur Tugas (Task Structure), Kejelasan tugas dan tanggung jawab setiap orang dalam organisasi. Apabila tatanan tugas cukup jelas, maka prestasi setiap orang yang ada dalam organisasi lebih mudah dikiontrol dan tanggung jawab setiap orang lebih pasti.

Berdasarkan tiga dimensi variabel situasional tersebut, maka ada dua gaya kepemimpinan menurut Fielder, yaitu :
1.      Gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas (task oriented), dan
2.      Gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan dengan bawahan (Human relations).


Teori contijensi dari Fielder mengatakan bahwa efektivitas suatu kelompok atau organisasi tergatung pada interaksi antara kepribadian pemimpin dan sutuasi.
Situasi dirumuskan dengan dua karasteristik, yaitu : situasi yang sangat menyenangkan (menguntungkan) dan situasi yang sangat tidak menyenangkan (tidak menguntungkan).
  1. Situasi sangat menyenangkan (menguntungkan), adalah situasi dimana pemimpin menguasai, mengendalikan dan mempengaruhi situasi.
  2. Situasi sangat tidak menyenangkan (tidak menguntungkan), adalah situasi yang dihadapi oleh manajer dengan ketidak pastian.

Transformational Leadership

Robert house menyampaikan teorinya bahwa kepemimpinan yang efektif menggunakan dominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggi untuk meningkatkan karismatiknya. Dengan kharismanya pemimpin transformational akan menantang bawahannya untuk melahirkan karya istimewa.

Langkah yang dilaksanakan pemimpin ini biasanya membicarakan dengan pengikutnya bagaimana pentingnya kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok, bagaimana istimewanya kelompok yang akan menghasilkan karya luar biasa.


Jumat, 23 Desember 2011

10 orang ber-IQ tinggi

Beritaneh membuat Ranking ini berdasarkan tingkatan IQ saja. Tidak berdasarkan jasa atau penemuan Tokoh tersebut. Silahkan membaca.

10. JOHN STUART MILL
Mill adalah seorang Filsuf asal Inggris. Bekerja sebagai PNS di Inggris. Seorang paling berpengaruh dalam teori Sosial dan Politik. Mill memiliki IQ 174.

9. EDMUND SPENSER
Spenser adalah seorang pengrajin asal Inggris yang terkenal dengan karyanya The Faerie Queene. Spenser mimiliki IQ 175.

8. EMANUEL SWEDENBORG
Swedenborg adalah seorang Ilmuwan asal Swedia. Ia juga adalah seorang Mistikus Kristen. Pada Usia 56 tahun, ia bermimpi dan mengaku telah ditunjuk tuhan untuk menulis Doktrin Surgawi untuk mereformasi Kristen. Ia juga mengklaim bahwa Tuhan telah membuka matanya sehingga ia mampu melihat Surga Neraka dan berbincang-bincang dengan Malaikat. Ia memiliki IQ 176.

7. JOHANN WOLFGANG VON GOETHE
Seorang Ilmuwan dan Penulis asal Jerman. Goethe adalah tokoh terpenting dalam dunia sastra Jerman. Ia memiliki IQ 179.

6. LEONARDO DA VINCI
Seniman terkenal dari Itali. Namun lebih banyak menghabiskan riwayat hidupnya di Perancis. Karya paling terkenal dari Da Vinci adalah lukisan Monalisa. Da Vinci memiliki IQ 180.

5. MARYLIN VOS SAVANT
Seorang Pengarang yang berasal dari Amerika Serikat. Tercatat sebagai orang pemilik IQ tertinggi ke 3 di Guinness Book Of Record saat ini. Dengan IQ 186.

4. SIR ISAAC NEWTON
Ilmuwan yang menyimpulkan adanya gaya Gravitasi. Yang terkenal dengan pohon apelnya. Ialah Isaac Newton. Seorang Fisikawan, Matematikawan, Filsuf alam, Ahli Astronomi, dan Teolog yang berasal dari Inggris. Newton memiliki IQ 190.

3. CHRISTOPHER LANGAN
Christopher Michael Langan. Warga Amerika Serikat yang berada dalam daftar nomor 2 Guinness book of Record dengan IQ 195.

2. KIM UNG YONG
Satu-Satunya orang paling jenius yang masih hidup sampai saat ini. Tercatat dalam Guinness Book Of Record sebagai pemilik IQ tertinggi di Dunia saat ini, yaitu IQ 210. Ia adalah pria berkewarganegaraan Korea. Mungkin, ia terlahir ke Dunia sebagai bayi ajaib. Kim kecil yang waktu itu baru berusia 3 tahun, sudah dapat membaca-menulis dalam 4 bahasa (Inggris, Korea, Jepang, Jerman). Pada Usianya yang ke 7 tahun, Kim di undang ke Amerika Serikat oleh NASA. Ia menyelesaikan gelar Professor Ph.D di Colorado State University sebelum berusia 16 Tahun. Kembali ke Korea ia mendapatkan gelar Doktor pada bidang teknik sipil. Sekarang ia bekerja untuk NASA.

1. JAMES SIDIS
Bukan Einstein, Bukan Thomas Alva Edison. Tapi ialah William James Sidis. Pria berkewarganegaraan Amerika serikat. IQnya lebih dari IQ 250. Mengapa ia kurang dikenal dunia? Orang ini memang terlalu pintar. Baru berusia 11 tahun, Ia sudah masuk Universitas. Ia menjadi siswa termuda di Universitas Harvard. Seumur hidupnya, Sidis telah menguasai 200 bahasa di Dunia. Bahkan, Ia menghafal 1 jenis bahasa secara keseluruhan hanya dalam waktu 1 hari. Kepintarannya yang luar biasa membuatnya gila. Ia tak punya teman atau pacar. Bahkan ia pergi dari rumah, meninggalkan keluarganya dan mengasingkan diri. Ia meninggal pada usia 46 tahun dalam keadaan menganggur, terasingkan, dan amat miskin.

Kamis, 22 Desember 2011

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA


            Penaksiran dan peramalan biaya untuk pengambilan keputusan meupakan usaha untuk menemukan bentuk dan posisi kurva-kurva biaya dari suatu perusahaan.
1.Penaksiran Biaya Jangka Pendek
Pemahaman terhadap fungsi biaya jangka pendek akan membantu para pembuat keputusan untuk menilai optimalisasi tingkat output sekarang dan memecahkan masalah pengambilan keputusan dengan menggunakan analisa kontribusi. Dalam pembuatan keputusan jangka pendek, konsep biaya inkramental memiliki peranan yang sangat penting yang mencakup biaya variabel dan perubahan biaya tetap. Dalam penaksiran biaya jangka pendek dapat dilakukan dengan 3 metode, yaitu :
a.Ekstrapolasi Sederhana
Ekstrapolasi berarti menghubungkan nilai-nilai dengan titik-titik di luar kisaran yang ditunjukkan oleh data dasar yang dimiliki, dengan cara memproyeksikan berdasarkan pola hubungan yang tampak dalam data tersebut.
Metode yang paling sederhana ialah mengekstrapolasikan tingkat biaya marginal atau biaya variabel rata-rata saat ini (ke belakang atau ke depan) pada tingkat-tingkat output lainnya. Jika kita hanya memiliki satu observasi data biaya/output (yaitu pada tingkat sekarang) maka antisipasi bagi terjadinya keadaan diminishing returns harus dibuat atas dasar pertimbangan naluriah (judgement), pengalaman atau intuisi. Sebaliknya, pembuat keputusan mungkin juga beranggapan bahwa biaya marginal cenderung menurun jika output meningkat atau biaya marginal tidak mungkin naik atau turun, sehingga penaksiran terbaik adalah mengasumsikan bahwa biaya marginal konstan. Mungkin pendekatan terbaik untuk memecahkan masalah tersebut adalah sengan mengasumsikan biaya marginal konstan untuk tujuan ekstrapolasi dan kemudian meneliti sensivitas keputusan yang dibuat berdasarkan asumsi tersebut.
Contoh: perusahaan PT Gita Pratiwi menjual 500 lusin pakaian dalam kepada pembeli sebuah toko dengn diskon tertentu. Perusahaan itu menetapkan harga rata2 7000/ lusin. Tiba2 ada perubahan mendadak dalam manajemen perusaan tersebut dan manajer produksi yang baru sangat terkejut karena tidak adanya data tingkat produksi atau biaya. Namun dengan bekerja cepat manajer mengetahui bahwa untuk minggu sekarang tingkat produksi sebanyak 7000 lusin dengan TVC 42 juta Rupiah. Berari biaya variabel rata2 6000/ lusin. Tingkat output yang direncanakan untuk beberapa minggu berikutnya juga sebanyak 7000 lusin sehingga untuk memenuhi pesanan toko tersebut tingkat output harus ditingkatkan menjadi 7500 perminggu yang masih dalam jangkauan kapasitas pabrik
Manajer Produksi tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengekstrapolasikan data tunggal yang dimilikinya tersebut. Jika tidak ada perubahan biaya lainnya kita dapat memperkirakan biaya inkremental sebesar 3 juta rupiah untuk memproduksi 500 pakaian tambahan dan penerimaan inkremental menjadi 3.5 juta rupiah. Jadi kontribusi dari keputusasan ini diharapkan positif sebesar 500ribu rupiah
 
    1. Analisis Gradien
Gradien kurva TC (Total Cost) diartikan sebagai tingkat perubahan TC pada interval output tertentu. Gradien dari TC dapat dihitung dengan cara :
Gradien =
Gradien TC atau TVC tidak sama dengan MC karena MC menunjukkan perubahan TC yang hanya diakibatkan oleh perubahan satu unit output. Padahal dalam praktek, output cenderung berubah dengan loncatan yang tidak teratur sehingga harus dihitung gradien dengan interval-interval yang lebih besar dari satu unit. Gradien ini menghasilkan penaksir MC pada suatu kisaran tingkat output tertentu.
a.      Analisis Regresi dengan Data Runtut Waktu
Jika jumlah observasi data biaya output yang lebih banyak, maka kita dapat menggunakan metode ini untuk menaksir hubungan antara biaya dengan suatu tingkat output tertentu sehingga diperoleh suatu penaksir MC. Namun, penggunaan metode ini terkadang menimbulkan masalah yakni jika selama periode observasi beberapa faktor mengalami perubahan maka hasil dari analisis regresi akan menjadi kurang dapat dipercaya. Dan untukl menghindarinya data biaya harus dideflasi dengan sebuah indeks yang tepat dan unsur waktu harus dimasukkan sebagai variabel bebas dalam persamaan regresi yang akan kita estimasi

  1. Penaksiran Biaya Jangka Panjang
Informasi fungsi biaya jangka panjangdiperlukan bila kita akan melakukan ekspansi atau kontraksi ukuran pabrik dan untuk meyakinkan bahwa ukuran pabrik yang ada sudah optimal untuk tingkat output yang diproduksi.
Pada metode ini digunakan analisis regresi dengan data seksi silang (cross section). Karena penaksiran biaya jangka panjang merupakan usaha untuk menemukan ukuran pabrik yang berbeda-beda pada titik waktu tertentu (dengan asumsi teknologo dan harga faktor produksi tetap), maka kita tidak dapat menggunakan observasi data runtut waktu untuk mendapatkan taksiran fungsi biaya jangka panjang. Oleh karena itu, kita perlu mengumpulkan pasangan-pasangan observasi data yang menghubungkan tingkat output dengan biaya total untuk mendapatkan tingkat output ituuntuk setiap pabrik, pada satu periode waktu tertentu.
Ada 2 pokok masalah dalam penggunaan data seksi silang bagi penaksiran kurva rata-rata janka panjang :
1.      Masalah yang timbul karena observasi yang dikumpulkan sama sekali tidak merupakan titik-titik pada kurva biaya rata-rata jangka panjang (LRAC)
2.      Masalah yang timbul karena banyak pabrik yang tidak dapat beroperasi pada tingkat harga dan produkitivitas faktor produksi yang sama     

3.Peramalan Biaya
Peramalan biaya diperlukan bila keputusan-keputusan yang akan diambil mencakup biaya untuk periode yang akan datang, misalnya dalam keputusan mengikat kontrak, keputusan untuk membeli atau membuat sendiri dan keputusan lain yang mempunyai dampak biaya bukan hanya periode sekarang. Ada 2 pengaruh yang mengakibatkan perubahaan dalam biaya yang akan datang :
a.Perubahan produktivitas faktor produksi
b.Perubahan harga faktor produksi

4.Penaksiran Kurva Learning
Bila ditaksir dari proses produksi tertentu akan memungkinkan kita untuk memprediksi biaya per unit pada masa mendatang, berdasarkan garis yang paling cocok (the line of best fit) dengan data biaya rata-rata yang diteliti jika volume kumulatif naik. Proses produksi cenderung menjadi lebih efisien dalam memproduksi suatu item tertentu karena adanya pengalaman (proses belajar) dalam proses produksi tersebut. Biaya per unit cenderung untuk turun jika fungsi output total mengalami penurunan dan sebuah perusahaan dapat menggunakn data biaya per unit masa lalu yang dikumpulkan untuk emmprediksi atau memproyeksi biaya per unit masa akan datang.



DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Lincolin,2008. Ekonomi Manajerial. Edisi Ke 4. Yogyakarta: BPFE.









MANAJEMEN KONFLIK

         Para pakar ilmu perilaku organisasi, memang banyak yang memberikan definisi tentang konflik. Robbins, salah seorang dari mereka merumuskan Konflik sebagai : “sebuah proses dimana sebuah upaya sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menghalangi usaha yang dilakukan oleh orang lain dalam berbagai bentuk hambatan (blocking) yang menjadikan orang lain tersebut merasa frustasi dalam usahanya mancapai tujuan yang diinginkan atau merealisasi minatnya”. Dengan demikian yang dimaksud dengan Konflik adalah proses pertikaian yang terjadi sedangkan peristiwa yang berupa gejolak dan sejenisnya adalah salah satu manifestasinya. 
Lebih jauh Robbins menulis bahwa sebuah konflik harus dianggap sebagai “ada” oleh fihak-fihak yang terlibat dalam konflik. Dengan demikian apakah konflik itu ada atau tidak ada, adalah masalah “persepsi” dan bila tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa ada konflik, maka dapat dianggap bahwa konflik tersebut memang tidak ada.

    Tentu saja ada konflik yang hanya dibayangkan ada sebagai sebuah persepsi ternyata tidak riil. Sebaliknya dapat terjadi bahwa ada situasi-situasi yang sebenarnya dapat dianggap sebagai “bernuansa konflik” ternyata tidak dianggap sebagai konflik karena nggota-anggota kelompok tidak menganggapnya sebagai konflik. Selanjutnya, setiap kita membahas konflik dalam organisasi kita, konflik selalu diasosiasikan dengan antara lain, “oposisi” (lawan), “kelangkaan”, dan “blokade”.
Di asumsikan pula bahwa ada dua fihak atau lebih yang tujuan atau kepentingannya tidak saling menunjang. Kita semua mengetahui pula bahwa sumberdaya dana, daya reputasi, kekuasaan, dan lain-lain, dalam kehidupan dan dalam organisasi tersedianya terbatas. Setiap orang, setiap kelompok atau setiap unit dalam organisasi akan berusaha memperoleh semberdaya tersebut secukupnya dan kelangkaan tersebut
akan mendorong perilaku yang bersifat menghalangi oleh setiap pihak yang punya kepentingan yang sama. Fihak-fihak tersebut kemudian bertindak sebagai oposisi terhadap satu sama lain. Bila ini terjadi, maka status dari situasi dapat disebut berada dalam kondisi “konflik”.


   Bila kita mempersempit lingkungan organisasi maka dua orang pakar penulis dari Amerika Serikat yaitu, Cathy A Constantino, dan Chistina Sickles Merchant mengatakan dengan kata-kata yang lebih sederhana, bahwa konflik pada dasarnya adalah: “sebuah proses mengekspresikan ketidak puasan, ketidak setujuan, atau harapan-harapan yang tidak terealisasi”. Kedua penulis tersebut sepakat dengan Robbins bahwa konflik pada dasarnya adalah sebuah proses.
Berbagai Bentuk Manifestasi Konflik.

Konflik yang terjadi dalam masyarakat ata dalam sebuah organisasi dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk atau cara :

a) Perselisihan (Dispute): bagi kebanyakan orang awam, kata konflik biasanya diasosiasikan dengan “dispute” yaitu “perselisihan” tetapi, dalam konteks ilmu perilaku organisasi, “perselisihan” sebenarnya sudah merupakan salah satu dari banyak bentuk produk dari konflik.Dispute atau perselisihan adalah salah satu produk konflik yang paling mudah terlihat dan dapat berbentuk protes (grievances), tindakan indispliner, keluhan (complaints), unjuk rasa ramai-ramai , tindakan pemaksaan (pemblokiran, penyanderaan, dsb.), tuntutan ataupun masih bersifat ancaman atau pemogokan baik antara fihak internal organisasi ataupun dengan fihak luar adalah tanda-tanda konflik yang tidak terselesaikan.

b) Kompetisi (persaingan) yang tidak sehat. Persaingan sebenarnya tidak sama dengan konflik. Persaingan seperti misalnya dalam pertandingan atletik mengikuti aturan main yang jelas dan ketat. Semua pihak yang bersaing berusaha memperoleh apa yang diinginkan tanpa di jegal oleh pihak lain. Adanya persaingan yang sangat keras dengan wasit yang tegas dan adil, yang dapat menjurus kepada perilaku dan tindakan yang bersifat menjegal yang lain.

c) Sabotase adalah salah satu bentuk produk konflik yang tidak dapat diduga sebelumnya. Sabotase seringkali digunakan dalam permainan politik dalam internal organisasi atau dengan pihak eksternal yang dapat menjebak pihak lain. Misalnya saja satu pihak mengatakan tidak apa-ap, tidak mengeluh, tetapi tiba-tiba mengajukan tuntutan ganti rugi miliaran rupiah melalui pengadilan.

d) Insfisiensi/Produktivitas Yang Rendah. Apa yang terjadi adalah salah satu fihak (biasanya fihak pekerja) dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang berakibat menurunkan produktivitas dengan cara memperlambat kerja (slow-down), mengurangi output, melambatkan pengiriman, dll. Ini adalah salah satu dari bentuk konflik yang tersembunyi (hidden conflic) dimana salah satu fihak menunjukan sikapnya secara tidak terbuka.

e) Penurunan Moril (Low Morale). Penurunan moril dicerminkan dalam menurunnya gairah kerja, meningkatnya tingkat kemangkiran, sakit, penurunan moril adalah juga merupakan salah satu dari produk konflik tersembunyi dalam situasi ini salah satu fihak, biasanya pekerja, merasa takut untuk secara terang-terangan untuk memprotes fihak lain sehingga elakukan tindakan-tindakan tersembunyi pula.

f) Menahan/Menyembunyikan Informasi. Dalam banyak organisasi informasi adalah salah satu sumberdaya yang sangat penting dan identik dengan kekuasaan (power). Dengan demikian maka penahanan/penyembunyian informasi adalah identik dengan kemampuan mengendalikan kekuasaan tersebut. tindakan-tindakan seperti ini menunjukkan adanya konflik tersembunyi dan ketidak percayaan (distrust).

Manajemen Konflik Yang Efektif
Manajemen konflik dimaksudkan sebagai sebuah proses terpadu (intergrated) menyeluruh untuk menetapkan tujuan organisasi dalam penanganan konflik, menetapkan cara-cara mencegahnya program-program dan tindakan sebagai tersebut maka dapat ditekankan empat hal :
a) Pertama, manajemen konflik sangat terkait dengan visi, strategi dan sistem nilai/kultur organisasi manajemen konflik yang diterapkan akan terkait erat dengan ketiga hal tersebut.

b) Kedua, menajemen konflik bersifat proaktif dan menekankan pada usaha pencegahan. Bila fokus perhatian hanya ditujukan pada pencarian solusi-solusi untuk setiap konflik yang muncul, maka usaha itu adalah usaha penanganan konflik, bukan manajemen konflik.

c) Ketiga, sistem manajemen konflik harus bersifat menyeluruh (corporate wide) dan mengingat semua jajaran dalam organisasi. Adalah sia-sia bila sistem manajemen konflik yang diterapkan hanya untuk bidang Sumberdaya Manusia saja misalnya.

d) Keempat, semua rencana tindakan dan program-program dalam sistem manajemen konflik juga akan bersifat pencegahan dan bila perlu penanganan. Dengan demikian maka semua program akan mencakup edukasi, pelatihan dan program sosialisasi lainnya.


Macam-Macam Konflik

Konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, salah satunya dari segi pihak yang terlibat dalam konflik. Dari segi ini konflik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
1. Konflik individu dengan individu

Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan maupun antara individu karyawan dengan individu karyawan lainnya.
2. Konflik individu dengan kelompok

Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kelompok pimpinan.

3.  Konflik kelompok dengan kelompok

Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dalam berbagai tingkatan maupun antara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan yang lain.

Strategi Penyelesaian Konflik

Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :

1. Kompetisi

Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.

2. Akomodasi

Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.

3. Sharing

Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.

4. Kolaborasi

Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.

5. Penghindaran

Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.


bisa saya ambil kesimpulan dari tulisan saya diatas bahwa kehadiran konflik dalam suatu organisasi tidak dapat dihindarkan tetapi hanya dapat dieliminir. Konflik dalam organisasi dapat terjadi antara individu dengan individu, baik individu pimpinan maupun individu karyawan, konflik individu dengan kelompok maupun konflik antara kelompok tertentu dengan kelompok yang lain. Tidak semua konflik merugikan organisasi. Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keuntungan organisasi sebagai suatu kesatuan, sebaliknya apabila konflik tidak ditangani dengan baik serta mengalami eskalasi secara terbuka dapat merugikan kepentingan organisasi.


Pengertian Konflik menurut.
Robbins (1996) dalam “Organization Behavior” menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negative.
Perbedaan pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Oleh karena konflik bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berarti konflik. Persaingan sangat erat hubungannya denga konflik karena dalam persaingan beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya satu yang mungkin mendapatkannya. Persaingan tidak sama dengan konflik namun mudah menjurus keaarah konflik, terutuma bila ada persaingan yang menggunakan cara-cara yang bertentengan dengan aturan yang disepakati. Permusuhan bukanlah konflik karena orang yang terlibat konflik bisa saja tidak memiliki rasa permusuhan. Sebaliknya orang yang saling bermusuhan bisa saja tidak berada dalam keadaan konflik. Konflik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu negatif akibatnya. Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat maupun bagi organisasi.
Dalam padangan modern ini konflik sebenarnya dapat memberikan manfaat yang
banyak bagi organisasi. Sebagai contoh pengembangan konflik yang positif dapat
digunakan sebagai ajang adu pendapat, sehingga organisasi bisa memperoleh
pendapat-pendapat yang sudah tersaring.
Seorang pimpinan suatu organisasi pernah menerapkan apa yang disebutnya dengan “mitra tinju” Pada saat ada suatu kebijakan yang hendak diterapkannya di organisasi yang dipimpinnya ia mencoba untuk mencari “mitra yang beroposisi dengannya”. Kadang konflik pun terjadi. Apakah itu menjadi persoalan bagi dirinya ?
“Bagi saya hal itu menjadi hal yang positif, karena saya dapat melihat kebijakan yang dibuat tersebut dari sisi lain. Saya dapat mengidentifikasi kemungkinan kelemahan yang ada dari situ. Selama kita masih bisa mentolerir dan dapat mengendalikan konflik tersebut ke arah yang baik, hal itu tidak menjadi masalah”, ujarnya

Ada beberapa cara untuk menangani konflik antara lain :
1. Introspeksi diri
Bagaiman kita biasanya menghadapi konflik ? Gaya pa yang biasanya digunakan? Apa saja yang menjadi dasar dan persepsi kita. Hal ini penting untuk dilakukan sehingga kita dapat mengukur kekuatan kita.
2. Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat. Kita dapat mengidentifikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki, bagaimana nilai dan sikap mereka atas konflik tersebut dan apa perasaan mereka atas terjadinya konflik. Kesempatan kita untuk sukses dalam menangani konflik semakin besar jika kita meliha konflik yang terjadi dari semua sudut pandang.
3. Identifikasi sumber konflik
Seperti dituliskan di atas, konflik tidak muncul begitu saja. Sumber konflik sebaiknya dapat teridentifikasi sehingga sasaran penanganannya lebih terarah kepada sebab konflik.
4. Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih yang tepat.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops